Duta Besar Amerika Serikat untuk India, Sergio Gor, mengadakan pertemuan dengan petarung MMA asal India Puja Tomar dan memberi pujian atas perjalanan kariernya. Pertemuan itu, yang dibagikan Gor disertai foto di platform X, menyoroti capaian Tomar yang dianggap sebagai tonggak penting bagi atlet India, terutama perempuan.

Pujian Gor menegaskan bagaimana prestasi olahraga dapat melintasi batas negara dan memberi inspirasi bagi generasi berikutnya. Dalam unggahannya, Dubes menyebut bahwa pertemuan tersebut sangat menyenangkan dan menempatkan Tomar sebagai contoh bagaimana olahraga mampu menghubungkan orang dari latar berbeda.
Puja Tomar UFC: Rekam Jejak dan latar belakang
Puja Tomar berasal dari Muzaffarnagar, Uttar Pradesh, dan menorehkan sejarah sebagai perempuan India pertama yang mendapatkan kontrak di Ultimate Fighting Championship (UFC). Lebih jauh, pada debutnya di ajang tersebut ia mencatatkan kemenangan, menjadikannya petarung pertama yang mewakili India dan meraih kemenangan di promosi MMA papan atas dunia.
Sebelum beralih ke MMA profesional, Tomar membangun dasar yang kuat dalam Wushu. Ia mulai berlatih Wushu pada usia 12 tahun, kemudian menjadi juara nasional beberapa kali pada masa remajanya—sampai mencapai gelar tingkat nasional sebanyak lima kali sebelum usianya 17 tahun. Latar belakang Wushu itu menjadi pondasi teknik dan mental yang membawanya ke panggung internasional.
Prestasi dan statistik di ring
Dalam catatan kompetitifnya, Tomar mempunyai rekor 8-4 dengan enam kemenangan yang diraih lewat knockout, serta sedang menjalani rentetan empat kemenangan beruntun sebelum melangkah ke UFC. Statistik tersebut menunjukkan daya hancur dan konsistensi yang membuatnya menonjol di antara petarung dari negara yang belum lama menempatkan wakilnya di level ini.
Baca juga: Paddy Pimblett dan Topuria: Belum Ada Konfirmasi Duel di Kelas Ringan — Paddy Pimblett Topuria
Keberhasilan Tomar juga menempatkannya di jajaran kecil atlet India yang pernah berlaga di UFC. Sebelumnya, beberapa nama laki-laki seperti Anshul Jubli, Bharat Kandare, dan Arjan Singh Bhullar yang kini berdomisili di Kanada, sudah mewakili India di promosi tersebut. Namun, Puja membuka babak baru karena menjadi wakil perempuan pertama dari India di UFC.
Latihan dan persiapan di luar negeri
Untuk mengasah kemampuan, Tomar kini berbasis di Gurgaon dan menjalani latihan penuh waktu di Soma Fight Club di Bali, di bawah arahan pelatih dan mitra sparring kelas dunia. Pilihan tempat latihan ini sejalan dengan ambisinya untuk tampil di panggung internasional dan meningkatkan level persaingan menghadapi lawan-lawan terbaik.
Perpindahan dari kompetisi Wushu nasional dan beberapa ajang MMA internasional ke lingkungan training camp di luar negeri mencerminkan pendekatan profesional yang serius; tujuan Tomar adalah memperlihatkan nama India dalam kancah olahraga tempur global.
Pesan bagi generasi muda
Puja Tomar kerap menyuarakan alasan di balik perjuangannya di arena. Di profil LinkedIn-nya, ia menulis bahwa setiap pertarungan bukan semata untuk meraih kemenangan, melainkan untuk jutaan gadis India yang diberitahu bahwa olahraga tempur bukan untuk mereka. Pernyataan ini menegaskan peran sosial yang ia emban selain ambisi sportif.
Pujian dari Duta Besar Sergio Gor, yang menyebut pertemuan mereka sangat menyenangkan dan memuji bagaimana perjalanan Tomar dapat menginspirasi generasi berikutnya, menambah sorotan internasional terhadap karier petarung itu. Ucapan tersebut menekankan bagaimana prestasi individu dalam olahraga dapat memiliki dampak budaya dan simbolis yang lebih luas.
Dengan capaian sebagai petarung India pertama yang menang di UFC, catatan nasional di Wushu, dan persiapan intensif di kamp latihan internasional, Puja Tomar kini menjadi tokoh yang dipandang mampu membuka jalan bagi lebih banyak perempuan India untuk memasuki dunia MMA profesional. Langkahnya di atas ring dianggap bukan hanya soal sportivitas, tetapi juga representasi dan inspirasi bagi atlet muda di negara asalnya.
