Atletico imbang 2-2 melawan Villarreal setelah pertandingan yang penuh dinamika di Metropolitano. Tim tuan rumah sempat tertinggal akibat dua penalti dan harus bermain dengan sepuluh pemain, namun gol penyeimbang dari Giuliano memastikan satu poin bagi Atletico.

Peristiwa itu juga menjadi sorotan karena kembalinya Julián Álvarez ke stadion atas latar protes suporter; sang penyerang mendapat sambutan dingin sejak namanya diumumkan, saat pemanasan, dan saat masuk lapangan pada menit ke-66.
Atletico imbang berbuah dari kebangkitan di bawah tekanan
Match berjalan sengit sejak babak pertama, meski tempo dan intensitas naik pada paruh kedua. Atletico mengawali pertandingan dengan permainan yang lebih terstruktur melalui peran Kang In Lee yang mampu menghubungkan lini dan memberi variasi serangan. Namun, tim kesulitan menemukan penyelesaian akhir; dua kali tembakan tepat sasaran pada babak pertama—satu dari Grimaldo pada menit ke-2 dan satu dari Mendoza pada menit ke-22—dihentikan oleh kiper Villarreal, Luiz Júnior.
Memasuki babak kedua, Marc Pubill membuka keunggulan untuk Villarreal pada menit ke-59 lewat tembakan kaki kiri dari tepi kotak yang melengkung dan menempel di tiang jauh, melampaui jangkauan Luiz Júnior. Gol itu memaksa Atletico mencari respons lebih agresif, terutama setelah keadaan berbalik menjadi kontroversial beberapa menit kemudian.
Serie penalti, kartu merah, dan momen kunci
Villarreal mendapat penalti pada menit ke-64 ketika Hjulmand menjatuhkan Buchanan; Gerard Moreno yang baru masuk menunaikan tugasnya dengan dingin sehingga skor menjadi 1-1. Tekanan terus bergulir, dan pada menit ke-78 wasit menunjuk titik putih lagi setelah VAR memberi isyarat adanya dorongan pada Mikautadze oleh pemain belakang Atletico. Le Normand diganjar kartu merah karena insiden tersebut, dan Mikautadze mengeksekusi penalti untuk membawa Villarreal unggul 1-2.
Keadaan semakin sulit bagi Atletico yang harus bermain dengan sepuluh orang. Meski demikian, tim tuan rumah tetap menunjukkan determinasi dan keberanian untuk mencari setidaknya satu poin dari pertandingan yang mulai memanas itu.
Giuliano jadi penyelamat, Oblak masih vital
Giuliano masuk menjadi penentu pada menit ke-85, memanfaatkan momen untuk menyeimbangkan skor menjadi 2-2. Gol itu menjadi jawaban bagi Atletico yang terus menekan meski kalah jumlah pemain. Penyelamatan krusial juga datang dari Jan Oblak, terutama saat mengamankan beberapa ancaman Villarreal di babak kedua dan menutup peluang Mikautadze yang sempat tampak berbahaya.
Kiper Atletico tersebut tampil sebagai benteng terakhir yang mencegah kekalahan di fase akhir laga, sementara lini depan tuan rumah perlahan menemukan ritme usai pergantian pemain yang dilakukan Diego Simeone.
Reaksi di Metropolitano: Julián Álvarez dan suasana tribun
Kembalinya Julián Álvarez ke stadion menjadi salah satu subplot utama pertandingan. Pemain itu menerima protes dari sebagian suporter sejak namanya dipanggil di pengeras suara, dan reaksi serupa muncul saat ia melakukan pemanasan dan saat masuk menggantikan Koke pada menit ke-66. Situasi tersebut menambah lapisan emosi pada laga yang memang sudah panas karena intensitas permainan dan keputusan wasit.
Walau demikian, sumber-sumber energi Atletico berasal dari pemain-pemain muda seperti Kang In Lee yang memberi kreativitas dan dari komitmen kolektif saat harus bermain dengan sepuluh orang untuk mengangkat hasil.
Susunan pemain, kartu, dan data pertandingan
Atletico mulai dengan formasi yang menampilkan Oblak di gawang; Pubill, Le Normand, Hancko, dan Grimaldo di belakang; Giuliano, Koke (digantikan oleh Julián Álvarez pada m.66), Hjulmand, dan Mendoza (digantikan oleh Baena pada m.46) di lini tengah; Kang In Lee (digantikan oleh Barrios pada m.66) dan Lookman (digantikan Giménez pada m.79) di depan. Villarreal menurunkan Luiz Júnior; Mouriño, Foyth, Renato Veiga, dan Carlos Romero di lini belakang; Pape Gueye, Comesaña (digantikan oleh Oluwasevi pada m.84); Nicolás Pepe (digantikan Maciá m.79), Ayoze Pérez (Buchanan m.60), Moleiro (Gerard Moreno m.60); dan Mikautadze (Akhomach m.79).
Gol tercipta: Pubill (m.59) 1-0; Gerard Moreno dari penalti (m.64) 1-1; Mikautadze dari penalti (m.78) 1-2; Giuliano (m.85) 2-2. Wasit Alejandro Hernández memberikan kartu kuning kepada Baena (m.54), Giménez (m.91), dan juga kepada pelatih Diego Simeone (m.77). Le Normand mendapatkan kartu merah setelah insiden yang berujung penalti untuk Villarreal. Pertandingan digelar dalam kondisi panas—suhu sekitar 32°C—dihadiri 61.978 penonton di stadion.
Poin yang diraih membuat Atletico menyudahi laga dengan satu angka, hasil yang mencerminkan perjuangan tim menghadapi situasi sulit dan tekanan dari lawan yang tampil berani. Villarreal juga menunjukkan karakter baru di bawah arahan pelatih mereka, sehingga pertandingan menjadi cerminan fase awal musim di mana ritme dan konsistensi masih berkembang.
