Albert Celades resmi diberhentikan sebagai pelatih tim utama Cádiz. Keputusan diumumkan klub pada Senin pagi setelah rentetan hasil buruk yang membuat kesabaran manajemen habis.

Pelatih asal Andorra itu hanya memimpin Cádiz selama sepuluh jornada dengan koleksi satu kemenangan, dan tim kini berada di posisi ke-20 klasemen LaLiga Hypermotion. Kekalahan terbaru 2-0 dari Granada di Los Cármenes menjadi momen penentuan yang mempercepat pemecatannya.
Keputusan resmi klub dan dampak langsung
Dalam pernyataan resmi, dewan direksi Cádiz menyatakan telah menyampaikan pemecatan kepada Albert Celades dan sekaligus memberhentikan dua anggota tim pelatihnya, Raúl Valbuena dan Juan José del Ojo. Klub juga menyampaikan terima kasih atas jasa mereka dan mendoakan yang terbaik untuk karier selanjutnya.
Manajemen menilai performa tim selama awal musim tidak memenuhi target. Setelah kemenangan meyakinkan 4-0 atas Leganés yang sempat memberi harapan, Cádiz kembali tersandung oleh kekalahan beruntun—termasuk 0-1 melawan Sporting de Gijón dan 2-0 melawan Granada—yang akhirnya memaksa klub bergerak.
Jejak singkat Albert Celades di Cádiz
Periode Celades bersama Cádiz tergolong singkat. Dalam sepuluh laga yang ia tangani, catatan satu kemenangan dinilai tidak cukup oleh manajemen untuk membalikkan situasi tim yang kini tercecer di dasar klasemen. Hasil-hasil negatif pada beberapa laga kunci menjadi alasan utama pemecatan.
Pemecatan ini juga menempatkan Celades pada posisi yang mirip dengan pengalaman sebelumnya di level klub besar, ketika karier kepelatihannya di beberapa klub berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.
Rekam jejak Celades sebelum Cádiz
Sebelum menangani Cádiz, Celades sempat menukangi Valencia pada musim 2019/20. Ia datang menggantikan Marcelino García Toral pada September 2019 dalam keputusan yang kemudian memicu ketegangan internal di klub tersebut. Meski sempat berhasil membawa tim lolos ke babak 16 besar Liga Champions, performa dan masalah di ruang ganti membuat masa tugasnya dipersingkat—ia dipecat pada 29 Juni 2020.
Setelah meninggalkan Valencia, Celades sempat menjabat sebagai pelatih di Pafos FC, tetapi masa kerjanya di sana juga hanya berlangsung sedikit lebih dari tiga bulan. Dengan pemecatan di Cádiz, ini menjadi pemutusan hubungan kerja ketiga bagi pelatih tersebut di klub-klub yang ia tangani.
Kronologi hasil musim ini yang berujung pada pemecatan
Awal musim Cádiz diwarnai inkonsistensi. Kemenangan 4-0 atas Leganés sempat memberi optimisme bahwa tim akan bangkit, namun dua kekalahan beruntun berikutnya yakni melawan Sporting de Gijón (0-1) dan Granada (2-0) menutup ruang gerak pelatih. Kegagalan meraih poin di beberapa laga penting membuat tim tetap berada di zona bawah klasemen.
Manajemen akhirnya memutuskan untuk melakukan pergantian pelatih dengan harapan dapat menghentikan tren negatif dan memberi waktu lebih banyak bagi klub untuk memperbaiki posisi di sisa musim ini.
Langkah selanjutnya bagi Cádiz
Pengumuman pemecatan membuka babak baru bagi Cádiz dalam mencari pengganti yang mampu mengangkat performa tim. Dewan direksi belum mengumumkan nama pengganti sementara atau permanen pada pernyataan awal, namun keputusan ini jelas menunjukkan tekad klub untuk segera mengubah arah kompetisi.
Bagi suporter dan pihak internal klub, fokus kini beralih ke proses seleksi pelatih berikutnya dan upaya memperbaiki hasil pertandingan agar Cádiz bisa keluar dari posisi dasar klasemen LaLiga Hypermotion.
