George Russell mengeluarkan pernyataan terbuka di media sosial untuk “berbicara dari hati” setelah melewati apa yang ia sebut sebagai musim sulit Russell. Pernyataan itu muncul usai performanya menurun dan posisinya merosot dalam perebutan gelar, beberapa balapan sebelum musim berakhir.

Dalam unggahan Instagram, pembalap Mercedes itu kembali memberi selamat kepada rekan setimnya, Kimi Antonelli, yang merebut gelar juara setelah finis ketiga di Grand Prix Meksiko. Antonelli turut mencatatkan sejarah sebagai juara Formula 1 termuda.
Musim sulit Russell: refleksi pribadi
Russell menulis bahwa musim ini dimulai sesuai harapannya, namun cepat berubah karena rangkaian nasib sial dan performa yang tak konsisten. “Ini musim pertama dalam karier saya di mana jumlah hari buruk lebih banyak daripada hari baik,” tulisnya, menerangkan betapa beratnya menghadapi tekanan dan kekecewaan sepanjang tahun.
Ia menambahkan bahwa menghadapi realitas tersebut “sangat sulit” dan terus bangkit dari kekecewaan demi kekecewaan adalah tantangan besar. Meski demikian, Russell menegaskan bahwa dia telah berusaha memberi kemampuan terbaiknya: “Saya tahu saya telah memberikan segalanya dan 2026 bukanlah tahun saya,” ujarnya secara jujur.
Ucapan selamat kepada Antonelli dan pengakuan terhadap tim
Di sela refleksinya, Russell kembali mengucapkan selamat tulus kepada Kimi Antonelli: “Saya ingin mengucapkan selamat yang tulus kepada Kimi atas musim yang luar biasa. Dia benar-benar pantas jadi juara.” Ia juga memuji kerja seluruh tim Mercedes, khususnya atas mobil dan unit tenaga yang dianggapnya sebagai yang terbaik pada musim ini.
Russell menyebut proses membangun kembali kompetitivitas tim selama empat tahun terakhir sebagai sesuatu yang menginspirasi, dan mengapresiasi semua pihak yang bekerja membawa Mercedes kembali ke puncak. Pernyataan itu menegaskan rasa hormatnya kepada kontribusi kolektif di dalam tim meski hasil individu ia nilai mengecewakan.
Masalah teknis dan dampaknya pada balapan
Dalam rilis resmi tim setelah balapan, Russell menjelaskan masalah yang ia alami pada lomba Meksiko. Ia mengatakan semula melakukan start bagus dan berada di posisi kuat, namun mengalami gangguan yang menyebabkan tidak ada deploy penuh di trek lurus. Akibatnya ia kehilangan banyak posisi dan peluang untuk meraih hasil kuat menguap.
Russell menyebut situasi itu sangat membuat frustrasi karena keputusan atau kerusakan di luar kendalinya memengaruhi peluang hasil balapan. Meski kecewa, ia juga menegaskan bahwa kejadian seperti ini adalah bagian dari balap dan harus dihadapi sambil berusaha memperbaiki untuk balapan berikutnya.
Reaksi tim, media, dan rencana ke depan
Setelah balapan, Russell melewatkan tugas media dan hal itu membuat tim mendapat denda 5.000 euro. Tim principal menyebut bahwa sang pembalap tampak sangat terguncang setelah Antonelli menjadi juara, sementara Russell sendiri sempat langsung menemui Antonelli dan keluarganya di luar podium untuk memberi selamat secara pribadi.
Meski absen dalam sesi media, Russell termasuk salah satu yang pertama memberi ucapan selamat kepada Antonelli usai lomba dan juga menyampaikan dukungan lewat rilis tim. Dalam pernyataan itu ia menegaskan fokusnya tetap pada target tim: memenangkan Kejuaraan Konstruktor, dan ia berjanji akan mengerahkan segala kemampuan untuk membantu meraih tujuan tersebut.
Russell menutup pesannya dengan komitmen untuk bangkit: ia berjanji akan memberikan segalanya di sisa musim ini dan pada musim berikutnya untuk menemukan kembali performa terbaik yang telah ditunjukkan selama mayoritas kariernya. Ia juga berharap faktor keberuntungan bisa berbalik mendukung di waktu mendatang.
