Jorge Martín Akui Pernah Takut Naik Motor Sebelum Jadi Juara Dunia MotoGP

Jorge Martín mengaku sempat mengalami fase di mana ia benar-benar takut naik motor dan kehilangan selera berlomba. Pengakuan ini datang dari sang pembalap asal Madrid setelah ia memastikan gelar juara dunia MotoGP 2024.

takut naik motor - ilustrasi berita Jorge Martín Akui Pernah Takut Naik Motor Sebelum Jadi Juara Dunia MotoGP

Pernyataan Martín direkam dalam sebuah wawancara untuk pódcast “Tengo un plan” yang dibuat setelah musimnya berakhir. Dalam percakapan itu ia menjelaskan bagaimana tekanan untuk menang dan rasa takut gagal mengubah hubungannya dengan olahraga yang telah dijalaninya sejak kecil.

Pengakuan: pernah takut naik motor

Martín mengungkapkan bahwa pada periode tertentu ia tak hanya merasa tertekan, tapi juga enggan naik ke motor. “Saya takut pada test, saya takut, saya tidak ingin naik motor, saya tidak tertarik, tidak bersemangat, tidak menikmati,” bebernya, menceritakan betapa berat beban psikologis yang dirasakannya saat itu.

Meski performa di lintasan tetap baik—ia masih bisa menang dan berkompetisi untuk meraih kemenangan—sensasi di luar lintasan sangat berbeda. Obsesi untuk selalu menang membuat akhir musim lalu terasa kosong, dan ia mengaku tidak menikmati perjuangannya meraih gelar pada 2023.

Mencari bantuan dan peran perwakilan

Pembalap itu juga menyentuh stigma yang masih melekat pada perawatan psikologis dalam dunia olahraga. “Psikolog seperti tabu,” ujarnya, namun ia menegaskan bahwa datang ke psikolog merupakan langkah untuk menjadi lebih baik, bukan tanda kelemahan.

Dua perubahan kunci dalam pola pikir

Perjalanan dengan psikolog membantu Martín menyadari dua hal penting. Pertama, ia belajar untuk hidup di saat sekarang, bukan terus menerka apa yang akan terjadi. “Saya adalah mesin pembuat masa depan—terus memikirkan apa yang akan terjadi besok, lusa, dan seterusnya,” akunya, menjelaskan kecenderungan lamanya untuk selalu mengantisipasi masalah.

Kedua, ia mulai fokus hanya pada hal-hal yang bisa dikendalikan: persiapan, kecepatan, dan keputusan pribadinya di lintasan. Sebelumnya Martín terlalu sering mencoba merencanakan perilaku rival, start, dan situasi yang bisa memengaruhi hasil; kebiasaan itu justru meningkatkan kecemasannya.

Kembali menikmati balapan dan gelar dunia

Perubahan pola pikir itu tidak hanya berdampak pada kesehatan mentalnya, tetapi juga pada cara ia menjalani musim berikutnya. Martín berhasil mengembalikan kenikmatan dalam berkendara dan akhirnya menutup musim dengan gelar juara dunia MotoGP 2024, pencapaian terbesar dalam kariernya sampai saat itu.

Dalam refleksinya ia menekankan pentingnya menikmati momen. “Yang penting adalah hidup saat ini dan menikmati momen,” tutupnya, menjadikan pengalaman sulit tersebut sebagai pelajaran berharga sebelum menjadi juara dunia.

Kisah Martín menjadi pengingat bahwa di balik performa fisik dan hasil di lintasan, aspek psikologis memiliki peran krusial. Pencariannya akan bantuan dan perubahan cara pandang membuktikan bahwa dukungan profesional dapat membantu atlet kembali menemukan keseimbangan dan semangat berlomba.