Maguire: Kalah di Old Trafford dari Rival Selalu Menyisakan Luka

Harry Maguire menegaskan bahwa kalah di Old Trafford dari rival selalu terasa menyakitkan dan meninggalkan bekas yang cukup lama bagi pemain serta suporter. Menjelang derby Manchester yang akan digelar di Old Trafford pada 13 September, Maguire mengingatkan betapa besar arti pertandingan antar-tetangga itu bagi klub dan para pendukung.

kalah di old trafford - ilustrasi berita Maguire: Kalah di Old Trafford dari Rival Selalu Menyisakan Luka

Bek Manchester United itu membandingkan rasa sakit setelah kekalahan melawan rival lokal dengan duel melawan Liverpool, menunjukkan kedua laga tersebut memiliki bobot emosional yang tinggi. Menurutnya, kekalahan di hadapan suporter di stadion sendiri memberi tekanan tersendiri yang membuat pemain dan suporter ingin segera bangkit pada pertandingan berikutnya.

Kalah Di Old Trafford dalam Sorotan

“Ini sejajar dengan kalah melawan Liverpool, keduanya adalah rival besar. Menang atau kalah dalam sepak bola selalu mengecewakan, tetapi saat Anda kalah di kandang, terutama di Old Trafford, di depan fans Anda kepada rival, itu menyakitkan untuk sementara waktu,” kata Maguire. Pernyataan ini menegaskan betapa derby lokal membawa beban emosional yang berbeda dari laga biasa.

Ia menuturkan bahwa setelah kekalahan seperti itu, yang dapat dilakukan hanyalah menantikan kesempatan berikutnya untuk memperbaiki keadaan dan meraih kemenangan. Tekanan untuk segera kembali ke jalur positif menjadi motivasi tambahan bagi pemain yang merasakan kekecewaan publik secara langsung.

Kenangan khusus saat memimpin tim

Maguire kemudian kembali mengungkapkan kenangan pribadinya sebagai kapten saat menghadapi derby di Etihad pada 2019. Ia ingat betapa spesialnya memimpin rekan-rekannya keluar dari lorong stadion dan meraih kemenangan di kandang rival.

“Menjadi kapten dan memimpin anak-anak untuk derby pertama saya di 2019 dan meraih kemenangan tandang adalah perasaan istimewa karena kami tahu apa artinya bagi para fans. Saat itu, Man City mungkin tim yang harus dikalahkan, jadi pergi ke sana dan menang atas rival merupakan kemenangan besar,” ujarnya, menggarisbawahi nilai emosional dan simbolis dari kemenangan tersebut.

Momen comeback 2024 yang tak terlupakan

Maguire juga mengenang derby 2024 yang berakhir dramatis setelah Amad Diallo mencetak gol penentu pada menit-menit akhir, membalik keadaan setelah City sempat unggul. Dia menggambarkan bagaimana perubahan nasib mendadak itu memberi euforia tak hanya kepada pemain tetapi juga pendukung di stadion.

“Untuk ketinggalan 1-0 lalu membalikkan keadaan dan memiliki Amad yang mencetak gol penentu di akhir laga, itu perasaan luar biasa selama pertandingan dan juga setelahnya bersama para fans. Itulah sepak bola. Itulah mengapa sangat menarik ketika Anda bisa mencetak gol atau membalikkan permainan dalam sekejap. Tidak ada cara yang lebih baik daripada menang di menit terakhir,” kata Maguire, menekankan pesona dramatisitas yang membuat derby begitu dinanti.

Kesiapan fisik dan komitmen pada tim

Bek asal Inggris itu juga bercerita tentang pengalaman pribadinya bermain penuh pada laga Michael Carrick sebagai pelatih, meski tim medis awalnya merekomendasikan durasi maksimal 60 menit karena ia baru pulih dari cedera. Maguire menggambarkan dorongan adrenalin dan keinginan membantu tim yang membuatnya memilih bertahan di lapangan hingga akhir pertandingan.

“Saya sempat diragukan untuk memulai karena cedera dan tim medis menyarankan 60 menit maksimum. Namun begitu saya masuk lapangan, saya tidak ingin keluar. Seiring jalannya pertandingan, saya akhirnya bermain penuh. Adrenalin dan keinginan membantu tim mengambil alih. Saya tidak bisa membayangkan berjalan keluar sementara tim masih membutuhkan saya,” ucapnya.

Keyakinan pada kualitas skuad United

Menyinggung dominasi Manchester City dalam beberapa tahun terakhir, Maguire mengakui status City sebagai tim top yang mendominasi sepak bola Inggris selama sembilan tahun terakhir. Meski demikian, dia menegaskan keyakinannya bahwa Manchester United memiliki kualitas dan kedalaman skuad yang cukup untuk bersaing.

“Kami tahu mereka tim top dan telah mendominasi sepak bola Inggris selama sembilan tahun terakhir. Tapi kami tahu bahwa kami punya skuad yang hebat, kedalaman yang bagus, dan kami bisa bersaing dengan siapa pun,” kata Maguire, menunjukkan optimisme jelang pertemuan penting antara dua klub besar itu.

Dengan segala kenangan dan perasaan yang dibawa derby, baik dari kemenangan tandang 2019 maupun comeback dramatis 2024, Maguire dan rekan-rekannya tampak mempersiapkan diri untuk menghadapi tekanan emosional serta harapan besar dari pendukung saat laga di Old Trafford. Bagi para pemain, pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin, melainkan juga kehormatan dan kesempatan untuk menebus kekecewaan di hadapan publik sendiri.