Lionel Messi pensiun timnas pada usia 39, mengakhiri babak panjang bersama tim nasional Argentina yang selama ini menempatkannya sebagai figur sentral. Pengumuman itu, yang disampaikan pada Senin, mengonfirmasi berakhirnya perjalanan internasional sang pemain yang tercatat mencetak 125 gol dalam 207 penampilan.

Keputusan meninggalkan tim nasional disebutnya bukan langkah mudah. Messi mengatakan keputusan itu “masih menyakitkan di lubuk hati”, namun ia menilai waktunya telah tiba untuk menutup lembaran karier internasionalnya.
Reaksi atas Messi pensiun timnas
Kabar pensiunnya langsung memantik reaksi dari berbagai pihak di dunia sepak bola. Rekan sejawat, mantan lawan, pelatih, serta pengamat turut memberi penghormatan terhadap kariernya yang dinilai “abadi” oleh banyak pihak. Ucapan penghormatan beredar luas, menyoroti kontribusi Messi sebagai ikon permainan modern.
Peran dan kontribusi di tim nasional
Selama membela Argentina, Messi tak hanya menjadi pencetak gol utama tetapi juga sering berperan sebagai pengatur permainan. Statistik yang tercatat—125 gol dari 207 pertandingan—menegaskan perannya sebagai andalan tim baik dalam mencetak gol maupun menciptakan peluang. Banyak pihak menekankan bahwa peran ganda ini membuatnya menjadi figur sentral yang sulit tergantikan dalam skuat nasional selama bertahun-tahun.
Keputusan emosional sang kapten
Dalam pengumumannya, Messi mengakui adanya campuran emosi: kebanggaan atas perjalanan panjang sekaligus kesedihan karena harus mengakhiri babak penting dalam hidupnya. Pernyataan bahwa keputusan itu “masih menyakitkan di lubuk hati” memperlihatkan betapa sulitnya langkah yang diambil, meski di sisi lain ia percaya kini adalah saat yang tepat untuk mengakhiri kiprah internasionalnya.
Penghormatan dari komunitas sepak bola
Komunitas sepak bola menanggapi berita ini dengan penghormatan dan pengakuan atas warisan yang ditinggalkan. Sorotan tertumpah pada konsistensi performa, kepiawaian teknis, dan momen-momen penting yang disumbangkan selama bertahun-tahun. Banyak yang menyebut Messi sebagai figur “abadi” karena dampak yang ia miliki, baik di dalam lapangan maupun bagi generasi pemain berikutnya.
Dampak bagi tim nasional dan penggemar
Pengumuman pensiun ini tentu membuka babak baru bagi tim nasional Argentina. Dari sisi penggemar, berita tersebut memicu gelombang emosi—antara rasa syukur atas apa yang telah diberikan dan kehilangan karena tidak lagi melihat sang pemain berkostum timnas. Bagi tim, keputusan itu berarti perlunya penyesuaian taktis dan regenerasi pemain yang akan mengisi peran penting di lini depan dan organisasi permainan.
Meski karier internasionalnya resmi ditutup, nama Lionel Messi tetap akan melekat kuat dalam sejarah sepak bola Argentina. Angka-angka yang tercatat selama kiprah internasionalnya menjadi bukti kontribusi luar biasa yang sukar ditandingi. Penghormatan dan pujian yang mengalir menunjukkan betapa besar pengaruhnya, baik di tingkat timnas maupun dunia sepak bola secara global.
Ke depan, banyak pihak akan terus membicarakan warisan Messi dan bagaimana peran-perannya di tim nasional akan diingat oleh generasi penggemar berikutnya. Untuk saat ini, pengumuman pensiun itu menandai akhir dari salah satu bab yang paling berwarna dalam sejarah sepak bola internasional.
