Àlex Pareja, jurnalis kelahiran Barcelona yang telah berdomisili di Amerika Serikat sejak 2015, memberikan pengamatan tajam soal cara penonton AS memilih narasi olahraga. Menurutnya, ada unsur “mentalitas NBA” di pasar itu, yang membuat pertarungan individu—seperti Lamine Yamal melawan Kylian Mbappé—menjadi komoditas utama dalam pemberitaan dan daya tarik penonton.

Pareja, yang bekerja di ESPN sejak 2015 dan merupakan salah satu wajah program ESPN FC—program yang meraih Emmy terbaru untuk kategori program olahraga berbahasa Spanyol—tiba di Spanyol pekan ini untuk meliput El Clásico. Kehadirannya menyoroti pergeseran fokus pemberitaan internasional yang, menurutnya, sering menempatkan duel pemain sebagai jualan utama.
Mengurai maksud “mentalitas NBA”
Istilah “mentalitas NBA” yang dipakai Pareja mengacu pada kecenderungan media dan penonton di AS untuk menonjolkan pertemuan antar-bintang, membingkai pertandingan sebagai duel individual yang dramatis. Dalam konteks sepak bola, fenomena itu mendorong sorotan pada pemain muda berprofil tinggi seperti Lamine Yamal ketika berhadapan dengan nama besar dunia seperti Mbappé.
Pareja menggarisbawahi bahwa pendekatan tersebut berbeda dengan kebiasaan liputan tradisional sepak bola di banyak negara lain, yang kerap menekankan taktik, kolektivitas tim, dan narasi historis pertandingan. Dia melihat bahwa di pasar AS, cerita yang paling mudah dipasarkan seringkali adalah yang menampilkan konfrontasi personal antara pemain-pemain unggulan.
Peran Pareja sebagai pengamat lintas budaya
Sebagai wartawan kelahiran Barcelona yang lama menetap di AS dan bekerja di jaringan internasional, Pareja berada di posisi unik untuk membandingkan dua budaya liputan olahraga. Pengalamannya di ESPN dan perannya di ESPN FC memberinya perspektif tentang bagaimana program besar menyusun narasi yang menarik khalayak berbahasa Spanyol di Amerika.
Keputusannya datang ke Spanyol untuk meliput El Clásico juga mencerminkan pergeseran fokus media global: pertandingan besar tetap jadi magnet, namun cara cerita disajikan kini kerap menonjolkan momen individual yang bisa dipasarkan lintas platform dan demografi penonton yang berbeda.
Duel pemain muda vs bintang global sebagai komoditas
Pareja menyatakan bahwa pertemuan antara pemain muda yang menjanjikan dan bintang mapan mempunyai nilai jual yang kuat. Dalam liputan internasional, narasi tersebut mudah diolah menjadi headline, teaser siaran, dan klip pendek untuk media sosial—format yang amat populer di pasar AS.
Penting bagi Pareja bahwa pemberitaan tetap akurat dan tidak kehilangan konteks pertandingan. Meski menyoroti duel individu bisa meningkatkan perhatian publik, ia mengingatkan pentingnya menyajikan gambaran yang seimbang, termasuk aspek taktik, peran tim, dan konteks pertandingan yang lebih luas.
Dampak pada cara media meliput El Clásico
Dengan hadirnya jurnalis internasional seperti Pareja, El Clásico tak hanya menjadi sorotan domestik tetapi juga produk global yang dipandang melalui lensa berbeda-beda. Bagi pasar AS, menonjolkan pertarungan antar-pemain bisa membantu menjual siaran dan menggaet penonton baru yang lebih familiar dengan budaya olahraga berbasis matchup, layaknya NBA.
Pareja melihat peluang sekaligus tantangan. Peluang datang dari kemampuan menarik audiens yang lebih luas; tantangan muncul ketika narasi individual mengaburkan cerita kolektif yang sejatinya menentukan hasil pertandingan. Menurutnya, tugas jurnalis adalah menjaga keseimbangan tersebut agar liputan tetap informatif dan bernilai jurnalistik.
Dalam kunjungannya untuk meliput El Clásico, Pareja membawa perspektif lintas budaya yang menyoroti perubahan cara konsumsi olahraga di era digital. Pengamatannya soal “mentalitas NBA” memperkaya perbincangan tentang bagaimana pertandingan-pertandingan besar kini dikemas untuk audiens global.
