Tim putra Indonesia dapat bye, menanti pemenang Malaysia atau Mongolia di Asian Games

Tim putra Indonesia dipastikan mendapat bye pada babak 16 besar nomor beregu di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, setelah undian dilaksanakan pada Sabtu (19/9/2026) di Ichinomiya City Municipal Gymnasium. Dengan status unggulan pertama, jalur mereka menuju putaran lanjut akan menunggu pemenang laga antara Malaysia kontra Mongolia.

tim putra indonesia - ilustrasi berita Tim putra Indonesia dapat bye, menanti pemenang Malaysia atau Mongolia di Asian…

Pertandingan beregu untuk cabang bulutangkis akan dimulai pada Minggu (20/9/2026), sehari setelah pengundian. Sementara itu, tim putri Indonesia akan membuka kiprah mereka dengan menghadapi Mongolia di babak 16 besar, dan bila menang mereka akan bertemu Chinese Taipei di babak perempatfinal.

Hasil undian dan jadwal beregu

Pengundian yang berlangsung di Ichinomiya menghasilkan susunan pertandingan awal untuk nomor beregu putra dan putri. Untuk tim putra, posisi unggulan pertama memberi keuntungan berupa langsung lolos ke babak delapan besar apabila berjalan sesuai skema bye yang ditetapkan. Sedangkan tim putri mendapat lawan di babak 16 besar dan sudah memiliki potensi undian yang menuntun mereka bertemu Chinese Taipei pada babak selanjutnya.

Tim putra Indonesia: jalur dan potensi lawan

Sebagai unggulan teratas, tim putra Indonesia tidak turun pada babak 16 besar dan menunggu tim yang lolos dari bentrokan Malaysia melawan Mongolia. Skema ini memberi waktu tambahan untuk mematangkan persiapan teknis dan taktik, namun juga menuntut kesiapan menghadapi lawan yang sudah lebih dulu tampil di turnamen beregu.

Dengan jalur yang relatif jelas, tim putra harus mengantisipasi gaya permainan calon lawan baik dari Malaysia maupun Mongolia. Pengundian ini memungkinkan tim pelatih untuk merancang persiapan yang lebih spesifik berdasarkan lawan yang kemungkinan besar akan dihadapi pada perempatfinal.

Tim putri: lawan awal dan peluang ke perempatfinal

Di sektor putri, Indonesia akan bertemu Mongolia pada babak 16 besar. Jika mampu melewati lawan awal tersebut, tim putri langsung menghadapi Chinese Taipei pada fase perempatfinal. Posisi lawan di fase awal dan potensi perempatfinal ini memberikan gambaran rute yang harus dilalui untuk mengincar medali beregu.

Jalur pertandingan ini menuntut konsistensi performa karena tim putri harus melewati pertandingan lebih awal dibanding tim putra yang mendapatkan bye. Oleh karena itu, kebugaran fisik dan kesiapan mental akan menjadi faktor penentu saat menghadapi Mongolia dan, bila lolos, skenario menghadapi Chinese Taipei.

Respons pelatih dan persiapan tim

Eng Hian, Kabid Binpres Pelatnas, menyatakan tim pelatnas sudah memetakan kekuatan calon lawan selama persiapan menuju Asian Games. “Dari perjalanan persiapan ke Asian Games, kami sudah memetakan kekuatan calon-calon lawan. Dengan sudah rilisnya undian maka sekarang kami bisa lebih detil dan spesifik untuk menyiapkan strategi,” ujarnya, mengisyaratkan fokus pada persiapan taktis berdasarkan hasil drawing.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondisi pemain. “Saya berpesan kepada anak-anak untuk tetap menjaga kondisi baik teknis maupun non-teknis,” kata Eng Hian, menyoroti aspek fisik, mental, dan disiplin yang harus tetap terjaga menjelang pertandingan beregu yang dimulai pada 20 September.

Implikasi undian bagi strategi tim

Rilis undian memberikan kepastian bagi staf pelatih untuk menyusun program latihan dan strategi pertandingan yang lebih terarah. Untuk tim putra, adanya bye membuka ruang untuk fokus pemulihan dan penguatan skenario pertandingan, sedangkan tim putri perlu memaksimalkan persiapan untuk menghadapi pertandingan lebih awal dan potensi lawan kuat di perempatfinal.

Dengan turnamen beregu segera dimulai, fokus tim nasional kini beralih dari pemetaan umum lawan ke penyusunan rencana pertandingan yang detail. Menunggu hasil laga Malaysia versus Mongolia merupakan bagian dari dinamika jalur tim putra, sementara tim putri berupaya memanfaatkan peluang dari babak 16 besar untuk melaju lebih jauh di Asian Games 2026.