Lorenzo: Investasi properti — 2 juta euro untuk 10 apartemen yang hasilkan 10.000 euro/bulan

Jorge Lorenzo mengangkat soal investasi properti dalam sebuah pembicaraan panjang, menilai kembali bagaimana ia akan mengelola pendapatan kariernya jika dulu sudah memahami strategi keuangan yang ia miliki sekarang. Mantan pembalap itu menyoroti real estate sebagai jalan untuk mengubah penghasilan menjadi arus kas yang stabil.

investasi properti - ilustrasi berita Lorenzo: Investasi properti — 2 juta euro untuk 10 apartemen yang hasilkan…

Investasi properti menurut Lorenzo

Lorenzo menggambarkan skenario: alokasikan 2 juta euro untuk membeli sepuluh apartemen yang disewakan. Jika setiap unit menghasilkan rata-rata 1.000 euro per bulan, total pendapatan sewa mencapai 10.000 euro tiap bulan. “Dengan 2 juta euro kamu bisa ambil 10 apartemen yang bayar rata-rata 1.000, itu 10.000 per bulan dan terjamin untuk selamanya,” ujarnya, menekankan sifat jangka panjang aset properti.

Contoh perhitungan dan opsi pembiayaan

Untuk memberi gambaran praktis, Lorenzo mengasumsikan harga per unit sekitar 200.000 euro. Namun, ia menekankan bahwa pembeli tidak harus menyiapkan seluruh nilai properti secara tunai. “Dari 200.000 kamu bisa hanya menaruh 40.000 dan membiayai 160.000… dan penyewa yang membayarnya,” jelasnya, yang menunjukkan peran leverage melalui pinjaman hipotek dalam strategi ini.

Dengan skema seperti itu, modal awal yang dibutuhkan jauh lebih rendah, sementara aliran kas sewa menutup angsuran dan pada akhirnya menghasilkan keuntungan bersih. Lorenzo mengakui bahwa jika ia memahami pendekatan ini sejak awal karier—ketika penghasilannya mulai besar—ia mungkin mengambil keputusan berbeda dalam menempatkan kekayaannya.

Alternatif untuk yang punya modal kecil

Lorenzo juga mempertimbangkan opsi bagi orang yang tidak sanggup membeli satu properti utuh. Ia menyarankan investasi melalui produk finansial yang terkait sektor properti, seperti dana real estate dan ETF yang memungkinkan pembelian ‘porsi’ properti. Dalam penjelasannya ia menyebut contoh sebuah dana yang, menurutnya, mengelola sekitar 13.000 properti dan diwajibkan untuk mendistribusikan 90% dari penghasilannya, sehingga dapat memberi dividen sekitar 6% per tahun.

Untuk investor ritel, nama-nama seperti Vanguard Real Estate disebut sebagai produk yang memungkinkan menanam modal mulai dari jumlah kecil—misalnya 100 atau 1.000 euro—sesuai kemampuan. Pendekatan ini, menurut Lorenzo, adalah jalan masuk yang realistis ke eksposur properti tanpa harus menanggung pembelian unit penuh.

Kripto, diversifikasi, dan pembagian portofolio

Selain properti, Lorenzo mengakui memiliki bagian kecil dari portofolionya dalam kripto. Ia mengatakan sekitar 2% kekayaannya ditempatkan di aset kripto, namun pengalaman di sana berbeda: “2% dari kekayaan saya ada di kripto… dan saya sedang rugi 60%,” ungkapnya, menunjukkan volatilitas instrumen tersebut dibandingkan properti.

Pandangan jangka panjang soal properti

Meski menganjurkan diversifikasi, Lorenzo kembali menegaskan keyakinannya pada nilai jangka panjang properti. Ia menyatakan penyesalan karena tidak menginvestasikan sebagian besar pendapatannya ke sektor properti sejak awal karier. Menurutnya, properti memberikan kepastian dan keberlangsungan: “Untuk selamanya itu akan tetap ada; ketika kamu mati, properti itu akan tetap ada,” ujarnya, menyorot sifat aset fisik yang tahan lama.

Pemaparan Lorenzo menekankan dua hal: properti sebagai sumber pendapatan pasif yang stabil jika dikelola dan dibiayai dengan benar, serta pentingnya edukasi finansial agar keputusan investasi dilakukan lebih awal. Ia menawarkan kombinasi solusi—dari pembelian unit fisik hingga investasi melalui dana—yang disesuaikan dengan modal dan tujuan masing-masing investor.