Sevilla Piala Raja: Melakoni Debut di Tengah Duka dan Rencana Rotasi Skuad

Sevilla Piala Raja dimulai malam ini dengan suasana yang berat. Setelah tragedi kecelakaan kereta di Toledo yang mengguncang negara dan membuat jadwal putaran sebelumnya ditunda, rombongan Sevilla dijadwalkan terbang menuju Madrid untuk menjalani pertandingan pembuka mereka di turnamen gugur.

sevilla piala raja - ilustrasi berita Sevilla Piala Raja: Melakoni Debut di Tengah Duka dan Rencana Rotasi Skuad

Meski duka nasional masih menyelimuti, tim besutan Luis García Plaza berusaha menjalankan tugas profesionalnya dan melihat laga ini sebagai kesempatan untuk melanjutkan momentum positif di LaLiga. Klub datang ke pertandingan dengan kepercayaan diri setelah awal musim yang solid dan menargetkan langkah maju di kompetisi ini.

Sevilla Piala Raja: rotasi dan ambisi kompetitif

Pelatih Luis García Plaza menegaskan akan menurunkan sebagian besar pemain pelapis di laga ini karena padatnya jadwal. “Semua orang bilang untuk menurunkan seluruh second unit di Copa. Dalam kasus ini itu wajib, bukan karena saya ingin, tetapi karena jika tidak, pemain itu tidak bisa bermain di Getafe. Mereka yang bermain Kamis tidak bisa bermain Minggu jam 14.00. Tidak mungkin. Harus menurunkan second unit,” ujarnya, yang menegaskan pentingnya memandang kompetisi ini secara serius.

García Plaza menambahkan bahwa berkompetisi di Piala Raja berarti berusaha sejauh mungkin: “Bersaing tidak berarti harus sampai final, tetapi mengambil kompetisi ini dengan serius dan mencoba melangkah sejauh mungkin. Saya pernah nyaris mencapai semifinal dengan klub lain dan ingin mencoba lagi.” Dengan posisi tim yang nyaman di papan atas LaLiga—mengumpulkan 17 poin dari sepuluh pertandingan—Sevilla berniat memanfaatkan momentum itu sambil memberi kesempatan pada pemain yang jarang mendapat menit bermain.

Sporting de Hortaleza, laga bersejarah bagi tim amatir

Lawannya adalah Agrupación Deportiva Sporting de Hortaleza, tim amatir yang berlaga di Primera Autonómica Madrid, tingkat keenam kompetisi Spanyol. Bagi para pemain Hortaleza, yang mayoritasnya menjalani kehidupan di luar sepak bola, ini adalah momen bersejarah. Di dalam skuad yang dilatih Jorge Mendoza terdapat apoteker, tukang bangunan, buruh, penjual buah, serta banyak pelajar.

Banyak dari mereka baru menyadari kesempatan langka ini setelah undian mempertemukan mereka dengan Sevilla. Untuk mengimbangi pekerjaan dan latihan, para pemain kerap pulang sejenak lalu berganti pakaian untuk sesi latihan malam bahkan sampai pukul 23.30. Klub dan lingkungan Hortaleza menyambut pertandingan ini sebagai hadiah yang harus dinikmati sepenuhnya.

Lokasi, lapangan terbesar di Spanyol, dan suasana pertandingan

Karena stadion kandang Hortaleza tidak memenuhi persyaratan federasi, laga dialihkan ke Estadio Municipal El Val di Alcalá de Henares, sekitar 35 kilometer dari lingkungan Hortaleza. Stadion yang dibuka pada 1973 itu menampung sekitar 8.000 penonton.

Salah satu hal yang mencolok adalah ukuran lapangan El Val: 108 meter panjang dan 72 meter lebar, menjadikannya salah satu lapangan terluas di Spanyol—lebih besar dibandingkan dimensi standar seperti di Sánchez-Pizjuán, Bernabéu, atau Camp Nou yang berkisar 105×68 meter. Kondisi ini menjadi variabel yang harus diperhitungkan kedua tim pada malam pertandingan.

Susunan pemain, wasit, dan jadwal siaran

Skuad yang kemungkinan besar diturunkan mencerminkan kebijakan rotasi Sevilla. Susunan yang diperkirakan untuk pertandingan ini adalah:

Sporting de Hortaleza: Gonzalo; Pérez, Alejo, Diego, Altozano; Bosco, Alhambra, Cristian, Sadjo, Llavero; Isma.

Sevilla FC (diperkirakan): Fran González; Carmona, Sangante, Cardoso, Julio Díaz; Kochorashvili, Manu Bueno; Rubén Vargas, Peque, Alfon; Robbie Ure.

Pertandingan akan digelar di Estadio Municipal El Val, Alcalá de Henares, dan wasit yang ditunjuk adalah Luis Bestard Servera dari Komite Balear. Kick-off dijadwalkan pukul 21.00 dan siaran tersedia melalui saluran Movistar LaLiga.

Dengan beban emosional akibat peristiwa nasional yang menyedihkan dan rutinitas kompetitif yang menuntut, Sevilla menghadapi laga ini dengan tujuan jelas: melaju ke babak berikutnya sambil mengelola tenaga pemain untuk jadwal padat di pekan yang sama. Bagi Hortaleza, malam ini adalah kesempatan sekali seumur hidup untuk bersanding dengan salah satu klub besar Spanyol dan merayakan pencapaian komunitasnya.

Sevilla, yang terakhir menjuarai Piala Raja 16 tahun lalu setelah mengalahkan Atlético de Madrid 2-0 di Camp Nou, berharap babak kepiala ini dapat menjadi tambahan motivasi bagi kelompok pemainnya—terutama mereka yang akan berganti peran menjadi andalan di kompetisi lain nanti. Sementara itu, Hortaleza akan berusaha menikmati pengalaman dan menunjukkan semangat yang membuat persaingan di kompetisi seperti ini selalu menyuguhkan cerita-cerita tak terduga.