Edin Terzic menuntut reaksi Athletic setelah hasil imbang terakhir di San Mamés, menjelang lawatan ke Ciutat de València untuk menghadapi Levante dalam laga LaLiga. Pelatih asal Jerman itu mengakui skuad merasa kecewa dan ingin segera menunjukkan respons di laga berikutnya.

Terzic menekankan bahwa fokus utama adalah memperbaiki aspek-aspek taktis yang menurutnya kurang konsisten, terutama dalam cara tim memasuki area lawan dan soal timing. Persiapan berjalan di sesi latihan dengan tujuan menghasilkan peluang yang lebih jelas dan berbahaya di dalam kotak penalti.
Reaksi Athletic dalam Sorotan
Dalam konferensi pers pra-pertandingan, Terzic memperingatkan tentang karakter permainan Levante. Menurutnya, lawan punya struktur yang baik dan bermain dengan intensitas tinggi dalam duel satu lawan satu. Selain itu, ia menyoroti bahaya dari situasi bola mati, yang menurutnya menjadi salah satu senjata Levante yang perlu diantisipasi.
“Levante adalah tim yang menerapkan tekanan individu yang kuat dan sangat berbahaya pada bola mati,” ujar Terzic, yang ingin agar para pemain siap menghadapi intensitas tersebut selama 90 menit. Kekhawatiran ini menjadi salah satu poin utama dalam materi latihan yang disiapkan untuk laga di Ciutat de València.
Perbaikan taktis: timing dan penyelesaian
Pelatih menjelaskan secara rinci aspek taktis yang menjadi perhatian tim. “Kami tidak terlalu senang dengan bagaimana kami sampai ke area dan soal timing,” katanya, menambahkan bahwa tim membahas masalah ini di ruang rapat dan kemudian mengerjakannya di sesi latihan. Tujuannya jelas: menciptakan kesempatan yang lebih bersih untuk penyelesaian di depan gawang.
Terzic menegaskan pentingnya menjadi lebih berbahaya di dalam kotak, sehingga peluang yang didapat bisa diubah menjadi gol. Latihan berfokus pada pergerakan, umpan-umpan akhir, dan pengambilan keputusan di momen krusial agar tim punya vokal serangan yang lebih efektif.
Situasi pemain: satu absen, beberapa kembali berlatih
Soal ketersediaan pemain, Terzic mengungkapkan bahwa satu-satunya absensi pasti adalah Dani Vivian yang masih cedera. Sementara itu, Juanmi Canales dan Guruzeta sudah bergabung berlatih bersama kelompok dan hampir pulih dari masalah fisik yang mereka alami.
Kapten Iñaki Williams disebut oleh pelatih sebagai pemain yang “sepenuhnya tersedia” meskipun sempat menerima benturan keras pada kakinya di pertandingan terakhir. Terzic memuji kontribusi Williams, terutama kecepatan dan perannya dalam tekanan dari posisi ujung tombak. “Ini Iñaki yang kami butuhkan, dengan duel yang bagus dan kehadiran di dalam kotak. Ia siap mengambil tanggung jawab, mengisi area, dan menjadi ancaman dari serangan balik,” tutur Terzic.
Sikap terhadap keluhan kondisi lapangan
Menanggapi polemik terkait kondisi rumput di kandang Levante yang sempat disinggung pelatih lain, Terzic memilih meredam kontroversi. Ia menilai kondisi lapangan akan sama untuk kedua tim dan bahwa klub memiliki keterbatasan dalam mengelola permukaan jika faktor eksternal memengaruhi kondisi tersebut.
“Kondisinya sama untuk kami dan mereka. Tidak mudah bagi sebuah klub untuk mengatur lapangan jadi sempurna jika kondisinya seperti itu. Dari sisi cuaca, kami siap untuk segala kemungkinan dan berusaha tampil bagus,” ujarnya, menunjukkan sikap pragmatis menjelang laga tandang yang diprediksi sulit.
Pandangan tentang penghargaan individu dan Unai Simón
Di luar urusan taktik dan pemain, Terzic turut berkomentar soal Ballon d’Or. Ia mengaku merasakan kebanggaan pada edisi 2018 saat Luka Modric meraih penghargaan itu karena alasan kedekatan keluarga, namun menegaskan bahwa sebagai pelatih ia lebih memprioritaskan trofi kolektif.
Menjelang pertandingan di Ciutat de València, Terzic berharap reaksi cepat dari timnya. Dengan fokus pada perbaikan teknis dan kesiapan menghadapi intensitas Levante, Athletic berambisi mengubah kekecewaan setelah imbang menjadi hasil positif di laga tandang.
Baca juga berita lainnya:
